TEMPAT HIKING + CAMPING ?? nihh jawabannya
gunung puntang ?? puncak mega ?? tempat hiking + camping ?? nih jawabannya,buat kalian orang bandung terutama bandung selatan pasti udah ga asing lagi. tempat hiking yang cukup menantang ini cukup direkomendasikan untuk pendaki pemula.
ada yang pernah coba naik ???? kalo belom yo simal ulasannya disini.
PUNCAK MEGA

Gunung Puntang merupakan salah satu Gunung yang cukup dikenal di daerah Bandung. Gunung ini terletak di daerah Pangalengan. Banyak penggiat alam bebas yang senang hiking ke sini atau mengadakan diklat, atau camping akbar. Salah satu alasannya adalah karena di sini terdapat sungai yang airnya sangat jernih. Selain itu kita juga dapat melihat air terjun / curug Siliwangi yang sangat tinggi.

Untuk mencapai lokasi curug, kita harus melalui jalan mendaki dan menyebrangi sungai beberapa kali selama kurang lebih 3 jam. Awalnya jalanan menanjak monoton, tetapi setelah menyebrangi sungai, perjalanan menjadi lebih menarik. Apalagi saat mendekati air terjun, jalanan semakin seru dan menantang, mulai dari melangkahi batangan pohon, tanjakan yang super hebring, hingga jalanan sempit karena tebing dan jurang di sisi kita.
Karena itu disarankan agar perjalanan dimulai pada pagi hari, karena biasanya sekitar jam 1 kabut sudah mulai turun dan sering hujan. Oh ya, sebelum memulai perjalanan, jangan lupa lapor dulu di pos penjaga. Biasanya jika curah hujan tinggi, pengunjung dilarang untuk mendaki ke curug karena jalannya berbahaya (licin dan rawan longsor).

Selain curug Siliwangi, kita juga bisa mendaki menuju Mega Puntang (puncaknya Gunung Puntang). Jadi sebenarnya Gunung Puntang merupakan salah satu bagian dari rangkaian pegunungan Malabar. Pegunungan Malabar ini memiliki beberapa puncak, dan salah satunya adalah Puncak Mega Puntang ini.
Untuk mencapai puncak Mega terdapat 2 jalur, jalur yang agak landai tapi panjang dan jalur menanjak yang lebih pendek. Saat tahun 2013 saya mendaki ke sana, saya mendapat kesan bahwa sebaiknya untuk pendakian pertama kita dipandu oleh orang yang paham jalannya, karena cukup banyak jalur dan banyak bagian-bagian yang tidak jelas jalurnya (tertutup), mungkin karena masih jarang pendaki yang mendaki ke puncak Mega ini.
Ada 3 hal penting yang mesti disiapkan untuk mendaki ke Mega, yaitu stamina, makanan, dan minuman. Waktu itu jalan yang dipilih adalah jalur menanjak, dannnnnnnnnn memang benar-benar menanjak. Yahhhhh 90 % jalurnya adalah tanjakan setan. Dan berbeda dengan Gunung Burangrang yang memiliki banyak dahan dan akar pohon untuk pegangan, pendakian ke Mega Puntang hampir tidak ada pegangan berupa dahan, sehingga hanya tanah dan tanah saja yang dijadikan pegangan.

Pokonya terasa seperti tanjakan tiada akhir, hampir tidak ada bonus. Waktu pendakian kurang lebih 4 jam dari pintu masuk gunung Puntang (1300 an mdpl). Selain itu, jalur ke puncak Mega tidak melalui sungai sama sekali, jadi bawalah minum yang cukup untuk mengganti stamina yang terkuras.
Mendekati puncak, setelah melewati pos batu kreta (entah mengapa dinamakan demikian), pemandangannya memang keren banget, bisa jadi bensin semangat…. tetapi perjalanan menanjak masih terus terhampar hingga puncak.
Berada di puncak Mega, terdapat tiang triangulasi dan bendera Indonesia. Di sini kita juga bisa melihat hamparan pegunungan Malabar dan beberapa puncaknya. Mantab bangetlahhh… gak akan nyesel ngedaki cape payah gila ke sini….
Perjalanan turun gunung ternyata tidak kalah meletihkannya dibanding mendaki. Turunan yang terjal membuat kaki dipaksa menahan berat badan terus menerus. Tapi semua ini indah banget, seperti lagu Gie, berbagi waktu dengan alam, kau akan tahu siapa dirimu yang sebenarnya.
ada yang pernah coba naik ???? kalo belom yo simal ulasannya disini.
PUNCAK MEGA
Gunung Puntang merupakan salah satu Gunung yang cukup dikenal di daerah Bandung. Gunung ini terletak di daerah Pangalengan. Banyak penggiat alam bebas yang senang hiking ke sini atau mengadakan diklat, atau camping akbar. Salah satu alasannya adalah karena di sini terdapat sungai yang airnya sangat jernih. Selain itu kita juga dapat melihat air terjun / curug Siliwangi yang sangat tinggi.
Untuk mencapai lokasi curug, kita harus melalui jalan mendaki dan menyebrangi sungai beberapa kali selama kurang lebih 3 jam. Awalnya jalanan menanjak monoton, tetapi setelah menyebrangi sungai, perjalanan menjadi lebih menarik. Apalagi saat mendekati air terjun, jalanan semakin seru dan menantang, mulai dari melangkahi batangan pohon, tanjakan yang super hebring, hingga jalanan sempit karena tebing dan jurang di sisi kita.
Karena itu disarankan agar perjalanan dimulai pada pagi hari, karena biasanya sekitar jam 1 kabut sudah mulai turun dan sering hujan. Oh ya, sebelum memulai perjalanan, jangan lupa lapor dulu di pos penjaga. Biasanya jika curah hujan tinggi, pengunjung dilarang untuk mendaki ke curug karena jalannya berbahaya (licin dan rawan longsor).
Selain curug Siliwangi, kita juga bisa mendaki menuju Mega Puntang (puncaknya Gunung Puntang). Jadi sebenarnya Gunung Puntang merupakan salah satu bagian dari rangkaian pegunungan Malabar. Pegunungan Malabar ini memiliki beberapa puncak, dan salah satunya adalah Puncak Mega Puntang ini.
Untuk mencapai puncak Mega terdapat 2 jalur, jalur yang agak landai tapi panjang dan jalur menanjak yang lebih pendek. Saat tahun 2013 saya mendaki ke sana, saya mendapat kesan bahwa sebaiknya untuk pendakian pertama kita dipandu oleh orang yang paham jalannya, karena cukup banyak jalur dan banyak bagian-bagian yang tidak jelas jalurnya (tertutup), mungkin karena masih jarang pendaki yang mendaki ke puncak Mega ini.
Ada 3 hal penting yang mesti disiapkan untuk mendaki ke Mega, yaitu stamina, makanan, dan minuman. Waktu itu jalan yang dipilih adalah jalur menanjak, dannnnnnnnnn memang benar-benar menanjak. Yahhhhh 90 % jalurnya adalah tanjakan setan. Dan berbeda dengan Gunung Burangrang yang memiliki banyak dahan dan akar pohon untuk pegangan, pendakian ke Mega Puntang hampir tidak ada pegangan berupa dahan, sehingga hanya tanah dan tanah saja yang dijadikan pegangan.
Pokonya terasa seperti tanjakan tiada akhir, hampir tidak ada bonus. Waktu pendakian kurang lebih 4 jam dari pintu masuk gunung Puntang (1300 an mdpl). Selain itu, jalur ke puncak Mega tidak melalui sungai sama sekali, jadi bawalah minum yang cukup untuk mengganti stamina yang terkuras.
Mendekati puncak, setelah melewati pos batu kreta (entah mengapa dinamakan demikian), pemandangannya memang keren banget, bisa jadi bensin semangat…. tetapi perjalanan menanjak masih terus terhampar hingga puncak.
Berada di puncak Mega, terdapat tiang triangulasi dan bendera Indonesia. Di sini kita juga bisa melihat hamparan pegunungan Malabar dan beberapa puncaknya. Mantab bangetlahhh… gak akan nyesel ngedaki cape payah gila ke sini….
Perjalanan turun gunung ternyata tidak kalah meletihkannya dibanding mendaki. Turunan yang terjal membuat kaki dipaksa menahan berat badan terus menerus. Tapi semua ini indah banget, seperti lagu Gie, berbagi waktu dengan alam, kau akan tahu siapa dirimu yang sebenarnya.
0 comments:
Post a Comment